Cara Membuat atau Menulis Press Release

Setelah sebelumnya kita membahas Definisi Press Release dan Jenis-Jenisnya, kini kita akan mengupas bagaimana cara membuat atau menulis press release yang baik dan benar.

Untuk menerbitkan press release, Anda perlu memperhatikan beberapa prinsip maupun format yang terstruktur sebelum release Anda dikirim ke media.

Hal ini penting karena tak satupun media yang menerbitkan press relase dengan sembarangan. Mereka punya kebijakan ketat soal apa saja yang bisa mereka terbitkan, mulai dari kata, fakta, etika, bahkan gambar yang disajikan.

Lalu, bagaimana sih cara membuat atau menulis press release yang baik dan benar? Daripada penasaran, yuk simak beberapa penjelasan berikut.

Cara Membuat Press Release

Buatlah siaran pers yang disukai media dan bisa segera terbit. Kalau bisa, release Anda sudah bisa diterbitkan tanpa disunting sama-sekali.

Mengapa harus disukai media? Karena pihak media tak punya waktu yang cukup banyak untuk menyunting naskah Anda. Mereka sangat sibuk dengan berbagai pemberitaan yang datang dari berbagai tempat, persona, maupun peristiwa.

Dengan release yang sangat baik penulisan dan susunannya, media bisa lebih cepat untuk menerbitkannya. Lebih detilnya, berikut poin-poin yang wajib Anda terapkan dalam press release media:

1. Membuat Kerangka Intisari Berita

Hal pertama yang wajib Anda lakukan adalah menemukan dan mencatat intisari dari berita yang akan disampaikan. Mulai dari keperluan produk, launching, kegiatan, event, dan lain sebagainya.

Jika sudah mendapatkan intinya, tentukan beberapa alternatif judulnya. Buatlah judul-judul yang menarik perhatian banyak orang, tidak langsung jualan, melainkan ada unsur penting, luar biasa, unik, populer, dan kalau bisa clickbait.

2. Menerapkan Format 5W+1H

Setelah membuat kerangka intisari berita, selanjutnya Anda harus memperhatikan format 5W + 1H. Format ini merupakan modal dasar yang benar-benar harus diterapkan dalam penulisan press release.

a. Apa itu 5W + 1H?

  • What : Apa yang terjadi?
  • Who : Siapa yang terlibat dalam peristiwa itu?
  • Why : Mengapa hal itu bisa terjadi?
  • When : Kapan peristiwa itu terjadi?
  • Where : Di mana peristiwa itu terjadi?
  • How : Bagaimana peristiwa itu terjadi?

b. Contoh Penulisan 5W+1H:

Pertumbuhan ekonomi Indonesia selama beberapa tahun terakhir mencapai 7-8% per tahun. Hal itu disebabkan aktivitas ekonomi yang semakin masif, terutama pada UMKM.

Seperti diketahui, pemerintah mulai menggelontorkan kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp34,1 triliun. Dengan demikian, pendapatan per kapita penduduk Indonesia mencapai beberapa kali lipat.

Selain itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk yang dikategorikan miskin juga semakin berkurang.

c. Berikut analisis 5W+1H contoh berita di atas:

  • What : Jumlah penduduk miskin berkurang
  • Who : Masyarakat Indonesia
  • Why : Pertumbuhan ekonomi mencapai 7-8%
  • When : Beberapa tahun terakhir
  • Where : Indonesia
  • How : Pemerintah menggelontorkan KUR Rp34,1 triliun untuk UMKM.

3. Cantumkan Contact person

Berikutnya, jangan lupa untuk mencantumkan kontak yang bisa dihubungi. Bagian ini penting untuk mempermudah redaksi untuk mengklarifikasi beberapa hal yang rancu, keliru, atau sulit dimengerti.

Selain itu, kontak juga penting untuk wartawan jika butuh pernyataan lebih lanjut dari topik yang Anda dalam press release.

4. Tambahkan Ilustrasi

Hal lain yang tidak kalah penting ialah ilustrasi foto. Media sangat membutuhkan foto ilustrasi acara, dokumentasi kegiatan, maupun personal untuk dicantumkan dalam release yang diterbitkan nantinya.

Dalam memilih ilustrasi, pilihlah gambar-gambar bersih (clean) tanpa adanya embel-embel marketing, seperti kata-kata promo dan lain-lain.

Mengapa tidak boleh ada embel-embel ataupun kata-kata marketing? Karena setiap media punya kebijakan yang cukup ketat dalam pemilihan gambar. Mereka akan menolak gambar-gambar yang penuh kata-kata dan memilih mencari gambar sendiri untuk release Anda.

Daripada media salah menggambarkan maksud release Anda, lebih baik Anda menyiapkan sejumlah foto ilustrasinya sejak awal.

5. Baca Kembali Release Anda

Ketika semua sudah beres, maka langkah akhir yang bisa Anda lakukan ialah dengan melakukan pengecekan dengan membacanya kembali. Mulai dari maksud penulisan, kemudian penulisan nama, ejaan, angka, gelar, waktu, tempat dan lain sebagainya.

Pastikan semua penulisan tidak ada yang salah ketik (typo). Selain itu, jangan sampai ada kalimat yang ambigu sehingga menimbulkan banyak persepsi.

Sisihkan waktu untuk melakukan pengecekan baik dari sisi editor maupun pembaca. Apa maksudnya dari sisi editor maupun pembaca?

Kalau dari sisi editor, Anda memakai perspektif kritis, mulai dari setiap kata, kalimat, sampai tanda baca.

Sementara dari sisi pembaca, Anda memakai perspektif menarik, mulai dari judul, foto, paragraf awal, sampai topik yang diangkat. Apakah cukup menarik untuk dibaca sampai habis?

Hal ini perlu diperhatikan karena orang sekarang minim waktu untuk membaca berita yang dari judul, foto, maupun paragraf awal saja sudah tidak menarik.

Nah, setelah press releasenya sudah memenuhi unsur 5W+1H, menarik dari sisi pembaca maupun editor, maka jangan lupa melakukan konfirmasi ke pihak yang terkait dalam press release.

Misal bos Anda, humas Anda, Head of Marketing, atau siapapun yang terlibat sebagai narasumber di release yang Anda ajukan. Pastikan kata-kata yang dituliskan sudah aman, fakta yang disajikan sudah benar, dan fokus releasenya sudah sesuai dengan tujuan.

Demikian artikel cara membuat press release yang baik dan benar ini kami bahas.

Tidak terlalu sulit kan? Atau Anda belum punya waktu dan tenaga untuk menulis release?

Tenang… ada kami, keyword.co.id.

Kami siap membantumu menuliskan release GRATIS setiap pembelian paket PLUTO sampai BUMI sekalipun.

Apa itu paket PLUTO dan BUMI? Hubungi kami, KLIK.

Tinggalkan komentar